Langsung ke konten utama

/ˈnəʊmad/

Apa itu Tinggal? Menurut KBBI salah satu arti dari /ting·gal/ adalah masih tetap di tempatnya dan sebagainya; masih selalu ada (sedang yang lain sudah hilang, pergi, dan sebagainya): saya disuruh -- di rumah; selamat --;

Entah kenapa dari awal gua berfikir untuk menulis Blog gua pengen banget nulis tentang Nomaden atau secara pengucapan bahasa Inggris nya /ˈnəʊmad/. Nomad berarti kelompok orang yang tidak mempunyai tempat tinggal tetap, berkelana dari satu tempat ke tempat lain, biasanya pindah pada musim tertentu ke tempat tertentu sesuai dengan keperluan kelompok itu. Secara definisi harfiah ya Nomad itu menjurus banget ke gua Cuk!

Alhamdulillah Wa Syukurillah orang tua gua masih punya rumah di daerah Bekasi tapi gak berarti gua tinggal disitu, gua cuman merasa tinggal disitu cuman 12 tahun dan sekarang gua gak tau dimana gua tinggal. Selepas SD gua disekolahin sama bokap-nyokap gua di Boarding School atau bahasa kita nya mah Pesantren. Gua biasa pulang ke rumah ya kalo emang liburan dan cuman paling bantar netep di rumah cuman 1 bulan, itu pun gua kadang jalan-jalan sama temen-temen gua, jadi ya kurang dari sebulan lah gua bener-bener netep di rumah. Selesai dari Pesantren 6 tahun gua langsung cabut ke Pare buat nyiapin IELTS gua karena gua harus langsung cabut lagi ke Malaysia buat kuliah, dan kurang lebih gua di Pare 3 bulan dan tempat dimana gua nulis tulisan ini ya di asrama gua yang berlokasi di salah satu kampus di Malaysia. Dari semua tempat yang gua Singgah hanya untuk belajar pun gak pernah gua anggep sebagai Tempat Tinggal karena
School is a School and Home is a Home, it's definitely different
. Jadi dimana gua Tinggal?

Disamping kebingungan gua tentang Tempat Tinggal, gua merasa menjadi /ˈnəʊmad/ adalah hal yang banyak banget manfaat-nya, dan ini bener-bener berimbas ke gua dan temen-temen Santri gua, dimana secara mental kita lebih mandiri dan lebih dewasa dalam memutuskan suatu pilihan. Hal ini jarang tercapai untuk anak se-usia gua yang mereka cuman Enjoy hidup mereka dengan "Sekolah-Pulang-Sekolah-Pulang", dan hal itu terbukti disaat temen-temen Santri mulai merantau lebih jauh lagi, mereka jauh lebih bisa meng-Handle hidup,diri,dan dompet mereka dibanding anak-anak rantau Kemaren Sore. Menambah nya banyak "Kenalan dan Hal Baru" juga salah satu manfaat dari menjadi seorang Nomad dengan berpindah dari tempat yang kita sudah anggep Nyaman kita menemukan banyak Kawan dan Pelajaran. Itu mengapa gua justru Nyaman dengan ke-Nomaden-an gua.

Untuk kalian teman /ˈnəʊmad/ seperjuangan, semoga kalian bisa Enjoy dengan hidup kalian walaupun jauh dari orang-orang yang kita sayang. Semoga kita bisa cepet-cepet dapet Tempat Tinggal yang kita bisa merasa Nyaman di dalam nya dah... Intinya gua selalu mendoakan kalian yang terbaik !

2:18, Kuala Lumpur

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Reflection on Week 2: Integrating the Sejahtera Framework, Sustainable Development and Maqasid alShariah into Customer Awareness

In general there are four subtopics that are covered in this chapter, which are levels of customer awareness, consumer awareness advocacy, consumer intelligence, consumer awareness with Sejahtera Framework. Basically consumer awareness is an understanding or an act where consumer can delivers the information about the products, goods, services, and consumer rights. By having a good consumer awareness means that we have a good understanding about the goods or services that we used either its benefits or its disadvantage, so at the end we can have the right decision when we choose or apply the product. There are 5 stages of consumer awareness, which are unaware, problem aware, solution aware, product aware, most aware. In an era when many people are vying to be rich with the various products or services they sell, it is very important for us as ordinary people who are their target market to have awareness of the products or services they offer. Having an awareness of the product or se...

Reflection on Week 8: Models of Consumer Policy

Consumer policy is a policy that regulates all things about consumerism, both in terms of consumer goods and capital goods. Some of the things discussed were consumer rights, responsibilities of producers and sellers, and all things that are indeed regulated so that the market can run well so that the health, safety and welfare of the community can be guaranteed. Everything related to consumer policy must relate to stakeholders, especially the government which regulates state laws. Anything that is regulated by the state is certainly in the form of intervention to various parties, be it companies or consumers, but that is law, which means to force or suppress, this is done to anticipate unwanted things such as marketplace abuses, market failures, unsafe products or services, and others. For example, in Indonesia, the trade government has decided not to allow anyone to buy luxury goods abroad, and if they buy luxury goods from abroad, they are required to pay excise duty and taxes up...