Langsung ke konten utama

Ranjang Biru

Judul tulisan gua yang ke-2 kali ini emang agak Sensitif dan Ambigu tapi jangan lu anggep tulisan ini tabu untuk dibaca, karena lu gak akan bisa melihat Isi dari hanya sebuah Cover seperti kata pepatah yang bermakna bahwa segala sesuatu perlu dikenali secara dalam "Don't Judge a Book By Its Cover" . Begitu juga dengan tulisan ini, jadi jangan sembarangan dulu lu kalo mikir !

Ranjang Biru adalah sebuah tempat dimana gua telah menghabiskan 1/10 waktu hidup gua di dalam nya. Kenapa 1/10? Karena batas hidup manusia pada zaman ini ya kisaran 60 tahun, jadi ya lu itung aja sendiri kalo 1/10 berarti berapa tahun tuh gua hidup di Ranjang Biru. Pertanyaan nya sekarang "Seberapa penting dan seberapa besar dampak Ranjang tersebut bagi hidup gua"? atau Kenapa gitu gua harus nulis tentang Ranjang?

Jadi Ranjang disini gak bermakna tempat orang Enjot-Enjot-an bray! Ranjang yang gua maksud ini adalah sebuah Wadah bagi gua dan temen-temen seperjuangan gua, buat yang belom paham JANGAN NEGATIVE THINGKING LO! baca dulu sampe kelar! Jadi banyak banget pelajaran yang gua dapet dari Ranjang Biru. Ranjang Biru mengajarkan gua mulai dari cara gua ber-Sosialisasi, membangun sebuah Karakter, hidup ber-Masyarakat, dan lain-lain. Ranjang Biru adalah Wadah terbaik gua selama ini dan karena Ranjang Biru tersebut gua menjadi diri gua yang sekarang. Dari Ranjang tersebut gua bertemu banyak orang hebat dengan berbagai macam latar belakang, karakter, dan asal.

Banyak banget lika-liku yang gua hadepin saat gua tidur di Ranjang Biru tersebut, dari yang gua merasa rendah serendah-rendah nya kayak Keset Welcome sampe gua merasa sebagai Ban Tahu yang kalo orang kena injek rasanya pasti mampus, dan intinya gua seneng bisa ketemu orang-orang hebat di Ranjang Biru karena gua yakin dan berharap lu pada yang pernah tinggal di Ranjang Biru bareng gua bakal sukses dengan cara lu masing-masing.

Untuk kalian mantan penghuni Ranjang Biru yang kalo disuruh ke Mejid malah ke bawah kasur atau ke bawah tangga, yang kalau disuruh masuk kelas malah selimutan di atas kasur, sampai yang kalau kasur nya ditidurin marah-marah, dan lain-lain. Terimakasih atas Canda Tawa dan Support nya.

1:21 Pagi, Ngantuk tapi besok libur.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

/ˈnəʊmad/

Apa itu Tinggal ? Menurut KBBI salah satu arti dari /ting·gal/ adalah masih tetap di tempatnya dan sebagainya; masih selalu ada (sedang yang lain sudah hilang, pergi, dan sebagainya): saya disuruh -- di rumah; selamat --; Entah kenapa dari awal gua berfikir untuk menulis Blog gua pengen banget nulis tentang Nomaden atau secara pengucapan bahasa Inggris nya /ˈnəʊmad/. Nomad berarti kelompok orang yang tidak mempunyai tempat tinggal tetap, berkelana dari satu tempat ke tempat lain, biasanya pindah pada musim tertentu ke tempat tertentu sesuai dengan keperluan kelompok itu. Secara definisi harfiah ya Nomad itu menjurus banget ke gua Cuk ! Alhamdulillah Wa Syukurillah orang tua gua masih punya rumah di daerah Bekasi tapi gak berarti gua tinggal disitu, gua cuman merasa tinggal disitu cuman 12 tahun dan sekarang gua gak tau dimana gua tinggal. Selepas SD gua disekolahin sama bokap-nyokap gua di Boarding School atau bahasa kita nya mah Pesantren . Gua biasa pulang ke rumah ya kalo...

Reflection on Week 2: Integrating the Sejahtera Framework, Sustainable Development and Maqasid alShariah into Customer Awareness

In general there are four subtopics that are covered in this chapter, which are levels of customer awareness, consumer awareness advocacy, consumer intelligence, consumer awareness with Sejahtera Framework. Basically consumer awareness is an understanding or an act where consumer can delivers the information about the products, goods, services, and consumer rights. By having a good consumer awareness means that we have a good understanding about the goods or services that we used either its benefits or its disadvantage, so at the end we can have the right decision when we choose or apply the product. There are 5 stages of consumer awareness, which are unaware, problem aware, solution aware, product aware, most aware. In an era when many people are vying to be rich with the various products or services they sell, it is very important for us as ordinary people who are their target market to have awareness of the products or services they offer. Having an awareness of the product or se...

Reflection on Week 8: Models of Consumer Policy

Consumer policy is a policy that regulates all things about consumerism, both in terms of consumer goods and capital goods. Some of the things discussed were consumer rights, responsibilities of producers and sellers, and all things that are indeed regulated so that the market can run well so that the health, safety and welfare of the community can be guaranteed. Everything related to consumer policy must relate to stakeholders, especially the government which regulates state laws. Anything that is regulated by the state is certainly in the form of intervention to various parties, be it companies or consumers, but that is law, which means to force or suppress, this is done to anticipate unwanted things such as marketplace abuses, market failures, unsafe products or services, and others. For example, in Indonesia, the trade government has decided not to allow anyone to buy luxury goods abroad, and if they buy luxury goods from abroad, they are required to pay excise duty and taxes up...