Langsung ke konten utama

Otak Sumbu Pendek

Entah kenapa hal ini pengen banget gua bahas karena melihat situasi beberapa rakyat hari ini terlalu pendek sumbu otak nya jadi apa-apa gampang kebakar emosi dan terlalu ceroboh men-cap seseorang atau sebuah pihak padahal belum konkrit juga kepastian nya. Sumpah lucu banget kadang kalau gua jadi Silent Reader Netizen itu ada aja sekelompok kaum dengan otak sumbu pendek yang dengan lagak pinter nya dia ngomong A tentang sebuah kasus tanpa diketahui dan dipelajari dulu, eh ternyata fakta nya A itu B dan pas udah tau dia diem, duh malu coba udah berkoar-koar seakan-akan paling bener tapi salah hahaha...

Apa sih maksud dari tulisan ini? Kenapa gua nyindir "Kita" yang mungkin kadar otak nya dangkal padahal Allah menciptakan kadar otak kita semua dengan kemampuan untuk menyerap informasi dan pelajaran sebanyak-banyak nya asal tidak melebihi batas akal dan logika, kenapa? Apa yang salah dari kita?

Kalau kata temen gua kaum ini otak nya kurang dikasih oksigen maka nya kurang napas tuh otak jadi sesek deh mikir nya. Oke itu kata temen gua tapi kalau menurut gua salah dari kita yang mungkin memiliki sumbu otak yang pendek adalah kita gak mau untuk melihat masalah dari berbagai aspek atau istilah keren nya ya kurang Open Minded. Hari-hari ini banyak banget kalau kita liat di media sosial mereka itu mukul rata orang-orang tertentu tanpa tahu lebih lanjut dengan menerapkan 5W+1H yang kayak nya sedari SD udah dipelajarin gitu loh, temen gua pernah bilang "Makanya lu sekolah yang bener dit! Biar otak lu elastis bisa jadi orang yang ngeliat suatu hal dari berbagai sudut pandang" iya 100% gua setuju dengan apa yang dia maksud, itu kenapa sekolah itu penting biar kita gak jadi kaum Otak Sumbu Pendek.

Terus apa sih yang kita harus lakukan? Menurut gua hal yang paling dasar adalah Berani Bertanya. Gak perlu lu nanya ke guru atau temen kalau lu malu cukup dengan lu berani nanya sama diri lu itu udah baik "Apa bener hal ini kayak gini?" dengan gini sumbu otak kita tuh jadi panjangan dikit dikit, jadi gak apa apa nge-Judge baik atau buruk nya seseorang. "Terus apa salah kalau gua berprasangka baik sama orang?" Gak! lu gak salah, yang salah adalah ketika lu gak mau cross check dulu. Oke sekarang kita udah berprasangka baik sama orang tapi tetep dong kita harus cross check, "Bener gak ya?" dengan ini kita bakal tau mana sih yang bener mana yang salah, mana yang putih mana yang hitam, biar tidak ada abu-abu dan tidak ada gantung-menggantung diantara kita duh duh.

Berhubung hari-hari ini adalah hari-hari politik sampai sekitar 6 bulan itu dimana Netizen berkoar-koar, ada yang panjang sumbu nya ada juga yang pendek gak sampe seruas jari sumbu otak nya, kita kudu bener-bener paham mana yang menurut kita akan bener-bener membawa Negara dan rakyat kita lebih baik kedepan nya, pelajari dan pahami, jangan sampai kita punya otak tapi gak mau gerak atau sebalik nya gerak doang tapi gak punya otak.

Terlepas dari hal-hal berbau politik, kita harus bener-bener paham sikon sebuah tragedi atau drama yang terjadi, coba tau hal-hal tersebut se-Transparan mungkin biar jelas kalau mau di cari penyelesaian nya gitu dengan gitu semua bakal lebih mudah dan lancar selancar Jakarta kalo lebaran Inshaallah.

Semoga kita semua gak tergolong makhluk Otak Sumbu Pendek yang kerjaan nya judge tapi gak mau make otak soalnya sayang gitu loh otak udah dikasih gratis sama yang di atas tapi di gunain nya dikit kan kasian yang ngebuat dan mereka yang sama pendek sumbu otak nya kena lagi duh kasian dah intinya mah.

Terimakasih, Selamat malam waktu Kuala Lumpur. Wassalamualaikum Wr.Wb

11:54 PM, Tugas masih numpuk

Komentar


  1. Mudahan mereka yang berotak sumbu pendek dapat berpikir untuk mengganti sumbu otak mereka menjadi tabung gas.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

/ˈnəʊmad/

Apa itu Tinggal ? Menurut KBBI salah satu arti dari /ting·gal/ adalah masih tetap di tempatnya dan sebagainya; masih selalu ada (sedang yang lain sudah hilang, pergi, dan sebagainya): saya disuruh -- di rumah; selamat --; Entah kenapa dari awal gua berfikir untuk menulis Blog gua pengen banget nulis tentang Nomaden atau secara pengucapan bahasa Inggris nya /ˈnəʊmad/. Nomad berarti kelompok orang yang tidak mempunyai tempat tinggal tetap, berkelana dari satu tempat ke tempat lain, biasanya pindah pada musim tertentu ke tempat tertentu sesuai dengan keperluan kelompok itu. Secara definisi harfiah ya Nomad itu menjurus banget ke gua Cuk ! Alhamdulillah Wa Syukurillah orang tua gua masih punya rumah di daerah Bekasi tapi gak berarti gua tinggal disitu, gua cuman merasa tinggal disitu cuman 12 tahun dan sekarang gua gak tau dimana gua tinggal. Selepas SD gua disekolahin sama bokap-nyokap gua di Boarding School atau bahasa kita nya mah Pesantren . Gua biasa pulang ke rumah ya kalo...

Reflection on Week 2: Integrating the Sejahtera Framework, Sustainable Development and Maqasid alShariah into Customer Awareness

In general there are four subtopics that are covered in this chapter, which are levels of customer awareness, consumer awareness advocacy, consumer intelligence, consumer awareness with Sejahtera Framework. Basically consumer awareness is an understanding or an act where consumer can delivers the information about the products, goods, services, and consumer rights. By having a good consumer awareness means that we have a good understanding about the goods or services that we used either its benefits or its disadvantage, so at the end we can have the right decision when we choose or apply the product. There are 5 stages of consumer awareness, which are unaware, problem aware, solution aware, product aware, most aware. In an era when many people are vying to be rich with the various products or services they sell, it is very important for us as ordinary people who are their target market to have awareness of the products or services they offer. Having an awareness of the product or se...

Reflection on Week 8: Models of Consumer Policy

Consumer policy is a policy that regulates all things about consumerism, both in terms of consumer goods and capital goods. Some of the things discussed were consumer rights, responsibilities of producers and sellers, and all things that are indeed regulated so that the market can run well so that the health, safety and welfare of the community can be guaranteed. Everything related to consumer policy must relate to stakeholders, especially the government which regulates state laws. Anything that is regulated by the state is certainly in the form of intervention to various parties, be it companies or consumers, but that is law, which means to force or suppress, this is done to anticipate unwanted things such as marketplace abuses, market failures, unsafe products or services, and others. For example, in Indonesia, the trade government has decided not to allow anyone to buy luxury goods abroad, and if they buy luxury goods from abroad, they are required to pay excise duty and taxes up...