Langsung ke konten utama

Permukaan Yang Tepat

Tempat dimana orang bisa melihat, tempat dimana masyarakat mengakui keberadaan nya, tempat dimana kita dapat memiliki massa dan mengoordinasi masyarakat, dan bahkan tempat dimana semua masyarakat akan se-"iya" dengan kita. Beberapa orang menginginkan muncul di permukaan, berbagai motif dan berbagai impian yang ingin ia realisasikan di permukaan tersebut, tapi apa permukaan tersebut menerima dirinya? apa permukaan tersebut menjadi tempat yang tepat untuk merealisasikan idealisme nya? atau apa sebaiknya kita cukup bersembunyi dan menunggu permukaan dan waktu yang tepat untuk menguasai massa?

Banyak dari kita salah menganalisa sebuah permukaan, hanya ingin muncul di permukaan dengan harapan dapat memiliki massa dan memiliki power di permukaan tersebut. Mereka bilang "Kita harus mengubah permukaan dengan impian dan tujuan kita!" akan menjadi sebuah pertanyaan terkait kata tersebut, seperti "Secepat apa?", "Bagaimana cara nya?", atau yang lebih keras "Mungkinkah dengan kondisi masyarakat yang tidak bisa menerima kita, kita tetap ingin menancapkan Utopia kita disana?" Lucu terkadang tapi memang kadang benar apa adanya, idealis feat realistis, menngutip sedikit dari buku yang gua baca akhir-akhir ini Mewaspadai Kuda Troya Komunisme di Era Reformasi setelah ideologi yang sangat Utopis ini dilarang di Indonesia, "Membaur" adalah cara mereka, mereka memiliki 2 taktik, jangka pendek dan jangka panjang. Dengan membaur sekian lama nya, mengkondisikan dengan kondisi masyarakat, dan perlahan namun pasti ideologi ini kembali berkembang. Disini gua cuman mau ambil sisi positif nya yaitu "Perlahan namun pasti mereka telah kembali ke permukaan yang tepat."

Tidak bermaksud meng-amini kehadiran mereka, gua cuman mau fokus tentang kita yang berharap, bermimpi, dan bercita-cita dengan permukaan ideal kita. Tidak semua kondisi masyarakat dapat menerima sebuah perubahan, masyarakat yang sudah nyaman dengan kondisi nya akan sangat menganggap risih dengan sebuah perubahan tapi disitulah "Kunci" dari seorang perubah, memanfaatkan situasi kondisi yang nyaman, memanfaatkan kekurang pekaan masyarakat yang ada, dan perlahan menyusup ke cara berfikir dan kepribadian masyarakat, dan BERUBAH.

Tidak semua impian kita dapat diwujudkan di suatu permukaan tapi tidak berarti impian kita tidak dapat diwujudkan, terlalu naif nya kita bila kita menolak sebuah perubahan karena pada dasar nya hidup terlalu dinamis untuk kita yang ingin menolak sebuah perubahan, kondisi permukaan akan selalu berubah tergantung pada bagaimana kita berusaha untuk mengubah permukaan yang kurang tepat menjadi permukaan yang ideal menurut versi kita.Selamat bermimpi, selamat bersabar dan selamat merealisasikan "Permukaan Yang Tepat." menurut versi kita masing-masing.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

/ˈnəʊmad/

Apa itu Tinggal ? Menurut KBBI salah satu arti dari /ting·gal/ adalah masih tetap di tempatnya dan sebagainya; masih selalu ada (sedang yang lain sudah hilang, pergi, dan sebagainya): saya disuruh -- di rumah; selamat --; Entah kenapa dari awal gua berfikir untuk menulis Blog gua pengen banget nulis tentang Nomaden atau secara pengucapan bahasa Inggris nya /ˈnəʊmad/. Nomad berarti kelompok orang yang tidak mempunyai tempat tinggal tetap, berkelana dari satu tempat ke tempat lain, biasanya pindah pada musim tertentu ke tempat tertentu sesuai dengan keperluan kelompok itu. Secara definisi harfiah ya Nomad itu menjurus banget ke gua Cuk ! Alhamdulillah Wa Syukurillah orang tua gua masih punya rumah di daerah Bekasi tapi gak berarti gua tinggal disitu, gua cuman merasa tinggal disitu cuman 12 tahun dan sekarang gua gak tau dimana gua tinggal. Selepas SD gua disekolahin sama bokap-nyokap gua di Boarding School atau bahasa kita nya mah Pesantren . Gua biasa pulang ke rumah ya kalo...

Reflection on Week 2: Integrating the Sejahtera Framework, Sustainable Development and Maqasid alShariah into Customer Awareness

In general there are four subtopics that are covered in this chapter, which are levels of customer awareness, consumer awareness advocacy, consumer intelligence, consumer awareness with Sejahtera Framework. Basically consumer awareness is an understanding or an act where consumer can delivers the information about the products, goods, services, and consumer rights. By having a good consumer awareness means that we have a good understanding about the goods or services that we used either its benefits or its disadvantage, so at the end we can have the right decision when we choose or apply the product. There are 5 stages of consumer awareness, which are unaware, problem aware, solution aware, product aware, most aware. In an era when many people are vying to be rich with the various products or services they sell, it is very important for us as ordinary people who are their target market to have awareness of the products or services they offer. Having an awareness of the product or se...

Reflection on Week 8: Models of Consumer Policy

Consumer policy is a policy that regulates all things about consumerism, both in terms of consumer goods and capital goods. Some of the things discussed were consumer rights, responsibilities of producers and sellers, and all things that are indeed regulated so that the market can run well so that the health, safety and welfare of the community can be guaranteed. Everything related to consumer policy must relate to stakeholders, especially the government which regulates state laws. Anything that is regulated by the state is certainly in the form of intervention to various parties, be it companies or consumers, but that is law, which means to force or suppress, this is done to anticipate unwanted things such as marketplace abuses, market failures, unsafe products or services, and others. For example, in Indonesia, the trade government has decided not to allow anyone to buy luxury goods abroad, and if they buy luxury goods from abroad, they are required to pay excise duty and taxes up...